Curhatan Anak SMP ke Sri Mulyani, Takut Dosa Masuk Gereja - BERITA HARI INI

Breaking

Minggu, 15 Juli 2018

Curhatan Anak SMP ke Sri Mulyani, Takut Dosa Masuk Gereja

Sri Mulyani dan Iliyatul di acara Kemenkeu (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
BERITA HARI INI - Kementerian Keuangan mengadakan program "Seminggu Bersama Keluarga Kemenkeu" atau SBKK untuk para siswa dan siswi SMP. Para pelajar tersebut yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia tersebut diseleksi untuk tinggal bersama pejabat eselon I dan II Kemenkeu yang berbeda kepercayaan. 
Salah seorang siswi asal Makassar, Sulawesi Selatan, Iliyatul, menceritakan pengalamannya kepada Sri Mulyani selama mengikuti program tersebut. Pelajar kelas IX SMP dan beragama Islam itu menceritakan sebelum mengikuti program SBKK, dia percaya bahwa mendatangi gereja sama saja seperti dipaksa keluar agama Islam. 
"Itu dulu saya diberitahu, kalau datang ke gereja itu sama saja keluar Agama Islam," kata Iliyatul di Gedung BPPK, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (13/7). 
Namun selama mengikuti program SBKK, Iliya tinggal bersama pejabat Kemenkeu yang bernama Yustinus, seorang yang beragama Katolik. Dia mengaku sempat ragu untuk tinggal bersama keluarga yang bukan muslim. 
"Saya waktu itu diajak ke gereja untuk melihat bagaimana mereka menjalankan ibadahnya. Tapi setelah saya lihat sendiri, tidak seperti itu. Mereka menjalankan ibadahnya seperti biasa," jelasnya. 
"Pak Yustinus dan keluarga juga baik sama saya selama tinggal di rumah dia. Jadi ketakutan saya dulu tidak benar. Saya jadi tahu sekarang, tidak benar kalau ke gereja itu dipaksa keluar dari Islam," tambahnya. 
Sri Mulyani pun menanggapi hal tersebut dengan senyuman dan bertanya kepada Iliyatul. "Terus yang bikin kamu kok kayaknya gampang banget, kayak naruh botol minum, apa yang bikin kamu enggak takut lagi kalau ke gereja sama kayak dipaksa keluar dari Islam?" tanya Sri Mulyani. 
Iliyatul menjawab "Karena saya cinta Tanah Air. Kita semua harus bersatu," tambahnya. 
Dalam program SBKK ini, para siswa dan siswi tinggal di rumah pejabat eselon I atau II Kemenkeu selama seminggu yang berbeda kepercayaan dengan mereka. Tujuannya untuk saling menghargai dan mencintai perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar